Wisata Petik Apel, Jaminan Asyik Libur Semester

“Libur telah tiba… Libur telah tiba….”, nyanyian ini sering didendangkan di musim liburan oleh siswa-siswi ketika paruh dan akhir semester telah usai. Pada umumnya destinasi wisata anak-anak adalah tempat hiburan bermain yang identik dengan kolam atau berkunjung ke kebun binatang. Wisata yang satu ini tak kalah menarik, tiga puluh menit dari alun-alun Kota Wisata Batu (KWB), ratusan hektar kebun apel kini telah bertransformasi berlomba-lomba untuk menjadikan kebunnya menjadi tujuan wisatawan melalui wisata petik apel.

IMG_8894

Kontur yang naik sekitar 700 hingga 1100 meter diatas permukaan laut, membuat kota yang telah berdiri dua belas tahun ini sangat kaya akan hasil kebunnya. Apel menjadi komoditi utama dan salah satu incaran banyak orang yang singgah untuk berlibur di kota dingin ini. Sejak digaungkannya Kota Batu sebagai kota wisata pada kepemimpinan Edy Rumpoko selaku walikota Kota Batu, berbagai jenis wisata bermunculan. Entah itu yang berada di pinggiran kota sampai pelosok desa, investor banyak yang memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan rasa menyenangkan berlibur ditempat mereka. Warga pun tak mau ketinggalan, ada 1 daerah wisata yang digalakkan oleh masyarakat khususnya para petani dalam memanfaatkan kebun yang mereka miliki.

Di desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, para warganya tergerak untuk menjadikan desa Tulungrejo sebagai kawasan petik apel. Tidak hanya petani yang mempunyai kebun, namun muda-mudinya pun ikut membangun desanya dengan merawat sebagian meter persegi dari kebun para petani.

Baca Juga:
Tulungrejo Fun and Education

Aguswandi adalah salah 1 muda-mudi yang merawat kebun milik petani bernama Kebun Lulu. Uniknya di desa ini para petani pemilik kebun banyak yang mau kebun milik mereka dijadikan kebun petik apel melalui tangan-tangan tanam seperti Aguswandi ini. Wandi, sapaan akrabnya, setiap harinya merawat beberapa patok kebun milik petani yang tentu sebelumnya para petani sudah menyetujui kebun miliknya dijadikan wisata petik apel. Dengan kata lain telah menciptakan kondisi Agro rakyat, kondisi dimana warga telah sadar untuk memanfaatkan kebun yang mereka miliki untuk dijadikan tempat wisata, dalam hal ini wisata petik apel yang tentunya menguntungkan bagi mereka.

Lelaki asli desa Tulungrejo ini tidak sendiri, bersama kru lain berjumlah lebih dari sepuluh orang, mereka mengelola beberapa kebun yang sudah dianggap tua untuk disulap menjadi tempat kunjungan wisatawan. Tidak hanya kebun apel, kebun sayur-mayur pun seperti tanaman kentang dikelola oleh anak muda desa Tulungrejo. (Rizqy)

Sumber: http://yuchiegustiesa.blogspot.com
Sumber: http://yuchiegustiesa.blogspot.com
  • Promosi Wisata Petik Apel melalui:

         – kerjasama dengan pihak tour and travel (TL)

         – melalui media

         – ke sekolah-sekolah

  • Semua ukuran apel dapat dipetik dan dimakan langsung jika:

– Telah berumur 4,5 bulan untuk jenis apel ana

– Telah berumur minimal 5 bulan untuk jenis apel manalagi, room beauty, grand smith dan wang lin

Apel Manalagi yang siap dipetik ini menjadi buruan pengunjung karena rasanya yang manis.
Apel Manalagi yang siap dipetik ini menjadi buruan pengunjung karena rasanya yang manis.

IMG_8901

Pengunjung sedang memilih-milih apel di Kebun Lulu
Pengunjung sedang memilih-milih apel di Kebun Lulu
Iklan

One thought on “Wisata Petik Apel, Jaminan Asyik Libur Semester

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s