Bandulan, Kampungnya Musik Patrol di Malang

Perkampungan Bandulan yang terkenal dengan kepadatan penduduk dan daerah pabrik kini berubah menjadi kampung kesenian yang identik dengan musik patrol. Kampung yang terletak di sebelah barat kota Malang tersebut memiliki lebih dari 30 kelompok musik patrol dengan skala kecil hingga besar.

IMG_7302

Sepuluh kelompok musik patrol dalam skala besar diantaranya kelompok Bedhuk Prink, Al Hidayah, Plaketing, Permata Naga, Putra Manunggal, JBR, Sekar Langit, Cakar Elang, dan Kereta Jawa. Rangkaian gerobak yang didesain unik aneka rupa dengan hiasan berbahan spon dan lampu warna-warni menjadi pelengkap kereta patrol. Begitu pula alat musik yang digunakan untuk menyatukan alunan musik pun terbilang sangat sederhana, hanya bermodalkan tong bekas, kaleng bekas, gamelan, hingga peralatan dapur yang sudah tak terpakai.

Musik patrol merupakan jenis musik kolaborasi antara gong, gamelan, alat musik tradisional lainnya dan alat-alat bekas. Semua alat-alat musik tersebut di tata rapi dalam sebuah mobil yang sudah didesain. Ukuran gerobak yang menjadi kereta pun beragam. Mulai dari panjang rangka berukuran 6 – 12 meter dengan lebar sekitar 1 – 2 meter. Tak hanya itu biaya pembuatannya pun juga beragam, mulai dari 6 – 23 juta.

IMG_7274

“Musik patrol ini bisa dibilang mobile, inspirasi awalnya muncul dari kentongan yang biasanya digunakan untuk membangunkan orang saat sahur. Hingga saya terinspirasi mengkolaborasikan dengan alat musik yang lain dengan menggunakan nada-nada lagu,“ unjar Choeroel Anwar, penggagas musik patrol di Bandulan.

Lelaki Lulusan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang itu juga menerangkan, salah satu daerah yang terkenal dengan musik patrolnya adalah warga Rukun Warga (RW) 07 yang berada di daerah Dieng. Musik patrol yang mulai berkembang di kawasan ini dimulai sejak tahun 2006 hingga berkembang seperti saat ini.

Choeroel merupakan generasi pertama yang mengenalakan musik patrol yang sudah dikolaborasikan dengan peralatan musik yang lain di Bandulan. Arek asli Bandulan yang kini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) kota Malang ini menggeluti dunia seni semasa menjadi mahasiswa di kampus.

Kini musik patrol bandulan pun sudah dilirik dan dijadikan sarana ekspresi masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan pernah ditumpangi ketua umum Dewan Perwakilan Partai (DPP) Golongan Karya (Golkar), Aburizal Bakrie, dalam kegiatan kampanyenya di jalan Ijen.

Baca Juga:
Musik Patrol, Budaya Anak Muda Bandulan

Harga sewa dalam setiap pertunjukan beragam. Mulai dari 2,5 juta hingga 3 juta tergantung dimana mereka akan tampil. Hasil sewa tesebut biasanya digunakan untuk kas dan operasional. Dengan demikian musik patrol juga dapat dijadikan penghasilan tambahan untuk anak-anak muda di daerah Bandulan. (Winda)

IMG_7337

IMG_7293

Iklan

One thought on “Bandulan, Kampungnya Musik Patrol di Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s