Tulungrejo Fun and Education

IMG_8882

Kelompok desa Tulungrejo Fun and Education (TFE) adalah salah 1 kelompok yang membangun desa Tulungrejo menjadi desa wisata. Kelompok yang berdiri tahun 2009 ini berusaha untuk menggiring wisatawan agar datang ke desa Tulungrejo untuk berlibur, tidak hanya bersenang-senang melainkan juga belajar.

Dengan adanya kelompok ini membuat petani justru lebih untung. Kebun yang semula hanya menghasilkan panenan apel per 6 bulan sekali, kini dengan hadirnya wisawatan petik apel, petani bisa untung mulai dari tiket masuknya saja. Bisa dibayangkan dengan harga tiket masuk (HTM) sebesar Rp 20.000 saja pengunjung bisa makan sepuasnya-sekenyangnya, untunglah yang didapat petani. Belum lagi jika pengunjung membeli apel untuk oleh-oleh.

Harga apel di kebun wisata petik apel Tulungrejo ini per kilogramnya dijual seharga Rp 15.000. Tak ayal jika memasuki hari libur sekolah, kebun ini didatangi tak kurang dari 500 wisatawan umum, bahkan wisatawan asing pun pernah memetik apel di tempat ini. Makan 3 apel saja sudah kenyang, apalagi ditawari makan sepuasnya di kebun, tak kuat rasanya. Selain harga apel yang lebuh murah daripada ditempat-tempat terkenal, wisatawan juga dapat edukasi tentang apel. Kenyang, menyenangkan, pulang dapat ilmu, tidak hanya bersenang-senang.

Baca Juga:
Wisata Petik Apel, Jaminan Asyik Libur Semester

Usaha Wandi dan petani-petani lain bukan tanpa kendala. Hama berupa ulat, kutu dan gurem adalah musush yang menyebabkan benangsari pada bunga tidak menjadi buah. Maka dari itu diperlukan perawatan intensif terutama pada musim hujan seperti sekarang ini. Di musim hujan penyemprotan pestisida lebih diseringkan untuk membasmi hama, selain itu tanaman yang dialiri oleh air hujan secara terus-menerus juga tidak baik, berbeda dengan musim kemarau yang masih ada sinar matahari dan angin untuk membantu pertumbuhan apel. Musim hujan memang susah perawatannya, namun perawatan terhadap apel-lah yang dapat menentukan seberapa bagus kualitas sebuah apel. Dana pengeluaran di musim hujan ini bisa 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan musim kemarau yang hanya sekitar Rp 1.000.000 per bulan.

Wandi menuturkan, belum ada bantuan dari pemerintah setempat untuk membantu memanajemen usaha kebun apel ini, padahal keuntungan yang didapat oleh para petani bisa mencapai diatas Rp 8.000.000 per 6 bulannya, “malah program-program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa yang pernah ada disini sampai membuat biogas dulu”, ujar Wandi.

Lantas bagaimana dengan apel-apel yang membusuk? Jangan salah, kreativitas warga belum berhenti. Apel-apel kualitas jelek atau kita sebut “KW” dapat diolah menjadi keripik apel, jenang apel dan sari apel yang pastinya sudah tidak asing lagi dan pernah kita makan, sehingga dapat meningkatkan nilai jual apel itu sendiri. Bagaimana sudah ada pilihan liburan semester ganjil ini akan kemana? Desa TFE wajib dikunjungi. Tak hanya kenyang dengan apel-apelnya, di kawasan Tulungrejo juga masih terdapat obyek wisata menyenangkan lain seperti Selecta dan Coban Talun. Selamat berlibur… (Rizqy)

Selain apel, warga desa Tulungrejo pun banyak yang bercocok tanam sayur mayur, seperti jagung, kentang, dan lain-lain.
Selain apel, warga desa Tulungrejo pun banyak yang bercocok tanam sayur mayur, seperti jagung, kentang, dan lain-lain.
Beginilah suasa kebun pasca panen apel
Beginilah suasa kebun pasca panen apel
Wandi (kiri) saat berbincang dengan anggota Lirik Malang, Rizqy di kebun yang ia garap
Wandi (kiri) saat berbincang dengan anggota Lirik Malang, Rizqy di kebun yang ia garap
Iklan

One thought on “Tulungrejo Fun and Education

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s