Merekam Langkah Arema!Ker dalam Menyelamatkan Gamelan

1

“Gamelan itu warisan leluhur yang harus dibudidayakan. Jangan sampai anak cucu kita nanti tahu gamelan cuma dari cerita saja,” ujar Cak Win. Lelaki paruh baya itu merupakan tokoh penggerak Arema!Ker, permainan musik gamelan yang dimainkan oleh anak-anak di Kampung Celaket, Malang. Ia adalah ‘penggiat’ kesenian gamelan yang membimbing anak-anak di desa mengenal musik tradisional itu.

Berkembangnya teknologi membuat mayoritas anak muda berbondong-bondong menyukai, dan mempelajari musik modern dibanding tradisional. Bahkan musik barat dijadikan sebagai tolak ukur ‘gaul’ dan ‘keren’nya seseorang. Dari sana lahir kasta-kasta yang mereka bentuk dan menempatkan musik tradisional pada bagian bawah dan menjadikan barat sebagai tolak ukur kemajuan.

Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan anak-anak yang menyimpan atau mendownload lagu atau hal-hal yang berhubungan dengan kebarat-baratan. sebaliknya banyak diantara mereka yang belum begitu hafal lagu daerah dan bisa memainkan instrumen tradisional daerahnya.

Berawal dari keinginannya mengiringi lagu Indonesia Raya dengan gamelan serta kecintaan pada kesenian tradisional, membuat pria yang memiliki nama lengkap Achmad Winarto itu berinisiatif membentuk sebuah Komunitas Arema!Ker, komunitas yang peduli untuk melestarikan budaya warisan leluhur.

Baca Juga:
Karena Masa Kecil dan Prihatin, Ketua RW Bentuk Kelompok Dolanan

Anak-anak kecil dan remaja adalah target yang didaulat menjadi bagian dari komunitas. Selain berlatih gamelan, Cak Win juga membekali ‘anak-anaknya’ dengan ilmu agama, ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Ia berharap agar anak-anak lebih mencintai karya budaya bangsa, dan kedepannya dapat menjadi penggerak akan berinovasi dan menyebarluaskan serta mempertahankan budaya tradisional Jawa itu.

Posisinya sebagai Ketua RW Kampung Celakat-pun semakian memudahkan langkahnya untuk menyakinkan orang tua untuk menggiring anak-anak jatuh cinta dengan kearifan lokal itu. “Padahal musik tradisional itu juga nggak kalah bagus kok,” ujarnya dengan ekspresi prihatin.

Suasana latihan karawitan anak-anak kampung Celaket
Suasana latihan karawitan anak-anak kampung Celaket

Atribut Gamelan

Tidak seperti alat musik modern yang mudah didapat. Alat musik gamelan lebih sulit ditemukan. Faktor dari jarangnya masyarakat yang memesan pemesan dan harganya yang fantastis, membuat para pengrajin hanya memproduksi gamelan jika ada pesanan saja. “Untuk satu perangkat gamelan harganya bisa sampai puluhan juta,” paparnya sambil menunjukkan koleksi gamelannya.

Satu koleksi gamelan yang digunakan untuk berlatih dan pertunjukkan Komunitas Arema!Ker
Satu koleksi gamelan yang digunakan untuk berlatih dan pertunjukkan Komunitas Arema!Ker

Untuk mendukung visinya itu, ia mengajukkan proposal permohonan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Malang. Dan wal hasil, ia dan anak-anak Arema!Ker kini dapat berlatih dan tampil diberbagai acara pertunjukkan untuk mempromosikkan musik tradisional jawa kepada masyarakat luas.
Keren, kan? Masih kecil-kecil cabe rawit tapi sudah peduli dan mau berkontribusi dalam pelestarian budaya. Kamu sudah belum, nih? ^^ (Holfi)

Iklan

2 thoughts on “Merekam Langkah Arema!Ker dalam Menyelamatkan Gamelan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s