Goresan Crayon Hingga Cat di Sanggar Seni NN Art

Pada umumnya mewarna dan menggambar adalah aktivitas yang disukai oleh anak-anak kecil. Selain aneka warna yang dapat terbentuk, curahan ekspresi dalam diri anak juga dapat tercurahkan melalui sebuah gambar yang dihasilkan. Melalui menggambar pula dapat mengasah kemampuan anak untuk berimajinasi akan hal-hal yang ada disekitarnya. Memulai menjadi pengajar privat menggambar satu – dua orang saja, usaha Sanggar Seni Lukis NN Art milik keluarga M. Nizar telah diteruskan oleh generasi keduanya.

IMG_20141216_163650

Belum masuk ke dalam sanggar, halaman garasi setelah pintu masuk disulap menjadi tempat pameran berbagai hasil karya anak didik M. Govinda, anak pertama dari empat bersaudara, yang menggantikan posisi sang Ayah mengajar di rumahnya sendiri. Tempelan-tempelan gambar tersebut membuat mata berkilap-kilap akan suguhan murid-murid Govin yang rata-rata duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Garasi rumah Govin sekaligus sanggar seni lukis NN Art dipajang karya-karya anak didiknya.
Garasi rumah Govin sekaligus sanggar seni lukis NN Art dipajang karya-karya anak didiknya.

Sanggar yang didirikan M. Nizar pada tahun 1996 ini berawal ketika dipanggilnya ia oleh salah satu pengajar di TK PGRI 2 Batu, TK dimana anaknya sekolah. Melihat Govin mampu menggambar, M. Nizar kemudian diberi tawaran untuk mengajar beberapa murid di TK tersebut secara privat. Karena permintaan untuk mengajar bertambah, akhirnya M. Nizar membuat sanggar menggambar bernama NN Art, yang kala itu ia dirikan di montrakan awal daerah Stadion Brantas. Hingga berpindah-pindah kontrakan selama tujuh kali pun, sanggar masih ia buka untuk menyerap potensi dan bakat anak-anak kecil di Kota Batu.

Saat kami berkunjung ke Sanggar, M. Nizar tengah pergi bersama istrinya. Foto 'jadul' M. Nizar (baju merah) dan kumpulan foto anak-anaknya waktu kecil.
Saat kami berkunjung ke Sanggar, M. Nizar tengah pergi bersama istrinya. Foto ‘jadul’ M. Nizar (baju merah) dan kumpulan foto anak-anaknya waktu kecil.

Baca Juga:
M. Govinda, Wakili Jawa Timur Lomba Lukis Tingkat Nasional
Dari Menggambar Hasilkan Ratusan Gelar

Govin yang mewarisi bakat dari Ayahnya mulai ikut mengajar saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Sebelum ngajar memperhatikan dulu. Pertama kali ngajar diserahi satu anak saja. Kok pas itu anaknya yang tak ajar bisa menang lomba terus. Kemudian disuruh nambah sama Ayah dua tiga anak. Setelah itu terserah kata Ayah mau ngasih materi apa. Awal-awalnya ya mengekor Ayah”, tutur Govin, sapaan dekatnya.

Berbekal belajar cara mengajar serta tahapan-tahapan mengajar menggambar untuk anak mulai dasar, usaha yang kini ia pegang menggantikan Ayahnya tersebut kini (2015), terdapat 48 murid aktif yang ikut bimbingan di sanggarnya. Sementara itu M. Nizar fokus mengajar di TK dan di waktu-waktu tertentu dapat bergantian dengan Govin untuk mengajar les. Anak didik yang ia ajar mulai dari TK, SD hingga SMP yang berasal dari wilayah Batu, Malang, serta Kabupaten seperti Pujon.

Salah satu contoh anak didiknya yang sering menang lomba adalah Iza. Siswi kelas 3 MI Miftahul Ulum Batu ini akan mengikuti perlombaan yang terus dipantau. Menjelang perlombaan perlu latihan privat seperti ini. Dengan pendampingan menjelang lomba, jika ada yang salah terhadap tema yang digarap dapat langsung dikoreksi. “Jika gak mut diberi motivasi didasari tujuan anak itu sendiri biar seneng. Harus lebih sabar lagi. Sama diberi teknik-teknik tertentu agar dia merasa mewarnanya lebih bagus karena belum pernah melakukan tekniknya. Sering bereksperimen sendiri untuk menemukan teknik baru”, paparnya.

Iza tampak serius membuat tema untuk bahan persiapan latihan lomba.
Iza tampak serius membuat tema untuk bahan persiapan latihan lomba.

Sanggar yang diteruskan olehnya ini terdiri dari banyak anak dan tujuan yang berbeda-beda. Govin menuturkan pentingnya proses belajar. “Rata-rata murid yang les sudah mau menggambar. Dalam dirinya sudah punya kemauan. Taraf ukurnya kalau di kelas lima hingga enam SD sudah bisa mengembangkan kemampuannya berarti sudah bisa dikatakan memiliki bakat. Ada anak yang bakat dan mendalami seni disaat lomba akan menang karena belajar. Setengah lainnya biasanya les hanya buat ikut lomba saja, SMP sudah jarang ada yang ikut les. Yang ngejar juara butuh belajar juga untuk menang yang membuatnya senang”, jelasnya.

Dalam seminggu, jadwal les di sanggar ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, Rabu – Jumat – Sabu yang per hari tersebut dibagi menjadi dua kloter, sore dan petang hari. Govin tak memarahi atau pun menghukum ketika ada muridnya yang tidak masuk pada hari-hari tertentu. Kalau gak dibagi dua sesi ya gak cukup tempatnya. Kalau gak masuk ya gak apa-apa, tapi resikonya ketinggalan materi. Kalau ngejarnya lomba pasti akan datang diantar orang tua karena takut ketinggalan materi. Yang TK ini tetep masuk meskipun yang SD libur panjang”, bebernya.

Anak didik Govin yang sudah merasa mampu dan siap ia persilahkan mengikuti lomba yang setiap minggunya selalu terdapat event mulai dari lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan (Dispen) hingga lomba-lomba umum. Govin pun mempunyai cara tersendiri ketika ada anak didiknya akan ikut lomba. Selain mempersiapkan materi dan melakukan pendampingan privat saat latihan, melihat jenis perlombaannya juga tak kalah penting untuk menentukan pola gambarnya.

“Ada lomba yang pihak penyelenggaranya ingin alatnya sama semua biar seragam jadi peralatannya disediakan, tapi pendaftarannya akan lebih mahal. Kebanyakan lomba bawa alat sendiri dari rumah. Lomba yang diselenggarakan Dispen yang dilihat jurinya dari teknik menggambarnya. Kalau lomba umum biasanya diselenggarakan di mall atau tempat rekreasi yang dicari yang bagus-bagus gambarnya”, katanya.

Alat-alat menggambar seperti inilah yang biasanya dibawa murid-murid Govin ketika lomba maupun latihan, seperti crayon, cat lukis, kuas, wadah air, lap, koran dan meja menggambar.
Alat-alat menggambar seperti inilah yang biasanya dibawa murid-murid Govin ketika lomba maupun latihan, seperti crayon, cat lukis, kuas, wadah air, lap, koran dan meja menggambar.

Remaja yang menyukai donat ini pun menambahkan, yang terpenting adalah menuruti kemauan orang tua murid. “Orang tua kan masukkan anaknya ke les-lesan untuk lomba, kalau lombanya sukses, otomatis gurunya sukses juga dalam membimbing, kalau prestasinya kurang kadang malah pindah sanggar. Kalau anaknya gak berprestasi orang tua akan bingung”, imbuhnya.

Mengenai pengembangan bakat dan minat serta kurikulum saat ini, Govin yang mempelajari jurusan Seni Rupa di Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM) berpendapat bahwa, sanggar berbeda dengan sekolah. Jika di sekolah guru hanya memberi mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) saja namun guru tersebut tidak mengetahui siswanya berbakat atau tidak.

“Kurikulum di Indonesia memang bagus, kata dosenku begitu, tapi kenapa masih membuat beban anak-anak? Semua pelajaran dituntut untuk bisa. Kalau di luar negeri coba, senangnya anak ini ya itu yang dikejar, sukanya di suatu bidang yang fokus disitu. Pelajaran yang lain hanya pendamping, pokok bisa ngikuti saja, nak kelas dan lulus. Belajar gak pusing-pusing, setiap anak punya kelebihan dan kelemahan masing-masing”, komentarnya.

Pendampingan intens seperti inilah yang dilakukan Govin ketika ada anak didiknya yang akan mengikuti lomba.
Pendampingan intens seperti inilah yang dilakukan Govin ketika ada anak didiknya yang akan mengikuti lomba.

Biaya les di Sanggar NN Art cukup terjangkau. Dengan Rp 75.000 per bulannya, anak-anak sudah dapat belajar menggambar dengan menggunakan olah rasa dari pada menggambar melalui komputer yang harus dicetak. Selain membuka sanggar, Govin pun menerima jasa pesan lukis foto potret yang ia banderol seharga Rp 200.000 per wajahnya dengan ukuran A3. Sementara lukisan-lukisan karyanya juga dijual bagi yang berminat membelinya dengan harga awal Rp 3.000.000 keatas. Berniat menyalurkan bakat si kecil atau melihat hasil-hasil kerya keluarga M. Nizar? Tak pelu bingung karena sanggar ini terletak di Utara Alun-alun Kota Wisata Batu. (Rizqy)

– Profil Singkat
Nama sanggar : NN Art
Pemilik : M. Nizar
Penerus : M. Govinda
Biaya les : Rp 75.000 per bulan
Jadwal les : Rabu – Jumat – Sabtu sore
Alamat : Jalan Ikhwan Hadi 19 Batu

Iklan

2 thoughts on “Goresan Crayon Hingga Cat di Sanggar Seni NN Art

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s