M. Govinda, Wakili Jawa Timur Lomba Lukis Tingkat Nasional

Sebelum Juara Awali Kehilangan Kunci Motor dan Handpone

Berawal hanya mendapat ‘jarkoman’ dari kakak tingkatnya untuk menyetorkan gambar ke salah satu dosen Seni Rupanya, ‘arek’ Batu ini berhasil memboyong juara II Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XII 2014, perlombaan tertinggi bagi mahasiswa dibidang pengembangan bakat dan minat, yang dihelat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, September lalu.

IMG_20141216_162624

Saat Lirikmalang.com temui di rumahnya, Jalan Ikhwan Hadi 19, Kelurahan Ngaglik, Batu, (16/12), Govin, sapaan akrabnya, tengah memantau salah satu anak didiknya yang akan mengikuti lomba menggambar. Walau sedang mengajari muridnya, sosoknya yang ramah mempersilahkan kami untuk mewawancarainya. Masih terpajang dengan apik lukisan yang membawanya meraih podium di event dua tahunan itu. Govin pun tak menyangka jika berangkat dari informasi kenalan dapat membawanya mewakili kampus, Universitas Negeri Malang, ke seleksi tingkat selanjutnya, Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) di Surabaya.

“Awalnya ya gak tahu apa-apa, terus ketemu kakak tingkat diberi informasi kalau ada lomba dan disuruh nyoba nyetor gambar ke dosenku. Gak tahu kok tiba-tiba terpilih ngewakili kampus ke Surabaya. Jadi sepurane lho ngelangkahi kakak tingkat yang beri informasi tadi”, ungkap remaja 21 tahun tersebut.

Govin yang turun dalam bidang Seni Rupa ini hanya mempunyai waktu dua minggu saja untuk mempersiapkan materi dan konsep menyongsong persaingan di tingkat regional. Satu-satunya wakil Kota Malang yang turun dalam tangkai Seni Lukis ini bersaing dengan mahasiswa Jawa Timur lainnya. Ditawari oleh pihak kampus berangkat dari Malang ke Surabaya menggunakan jasa travel, Govin menolaknya. Sulung dari empat bersaudara ini lebih memilih H-1 berangkat menggunakan sepeda motor bersama salah seorang teman kuliah untuk menemaninya.

“Di perjalanan kunci kotor kami terjatuh di jalan. Jadi habis Maghrib itu nyari dari Purwosari balik ke Singosari melawan arah sampek jam sebelas malam. Terus karena gak ketemu, telepon teman di Malang minta tolong suruh buatkan kunci ganda. Nunggu teman nganter kunci gandanya sampai jam dua belas malam”, ceritanya.

Setelah kunci ganda sampai, perjalanan kembali di lanjutkan ke Surabaya. Butuh sekitar dua jam untuk tiba di Surabaya. Govin bersama rekannya ini harus mengelilingi Kota Pahlawan dini hari lantaran belum mengetahui lokasi lomba. Tak hanya itu, hujan deras membuat mereka basah kuyup selama mencari alamat kampus. “Lupa namanya kampus apa, sampeknya Shubuh baru ketemu kampusnya, langsung tanya ke satpam penjaga kampusnya apa ada penginapan atau tempat yang bisa buat istirahat, lalu disarankan untuk sementara istirahat di masjid kampus”, imbuh pria yang memliki Sangagar Seni Lukis NN Art ini.

Baca Juga:
Dari Menggambar Hasilkan Ratusan Gelar
Goresan Crayon Hingga Cat di Sanggar Seni NN Art

Tersisa waktu empat jam menuju lomba ternyata tidak dipergunakan Govin beristirahat. Penikmat kopi ini merasa panas saat berada di Surabaya walau waktu masih Shubuh. “Tahu sendiri Surabaya seperti apa. Banyak nyamuk dan gerah, sama baju basah semua, ya gak tidur. Paginya langsung mandi dan ke kantin kampus minum kopi hitam gulanya sedikit biar ngurangi ngantuk pas lomba”, tipsnya.

Saat lomba, Govin yang telah didampingi dosennya itu justru merasa bersemangat karena sebelum perlombaan sudah ia niati. Perjuangannya dari Batu menuju Surabaya tidak sia-sia. Govin meraih juara pertama di tingkat daerah dan berhak mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional. “Sengaja nolak travel dari kampus, yang berangkat naik travel hanya dosen. Biar ngirit, supaya uangnya bisa diambil buat jajan. Dosenku ya setuju-setuju aja, gak tahu kok gini sudah jalannya”, tutur pengoleksi berbagai lomba menggambar ini.

Bersama Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Jawa Timur, Govin dan mahasiswa lain yang mendapat juara pertama pada tingkat daerah berangkat ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, selaku tuan rumah Peksiminas XII. Dikutip dari laman dikti.go.id, Peksiminas ini diadakan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan praktik mahasiswa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, baik seni suara, pertunjukan dan sastra. “Pas di bandara Juanda Sidoarjo, handpone (HP) diperiksa suruh masukkan dalam tas. Nah pas masuk pesawat lupa HP yang ditas tadi belum tak ambil. Tasnya sudah masuk bagasi. Pas nyampek bandara Tjilik Riwut, tak cek ditas HP sudah gak ada. Jadi gak pegang HP selama satu minggu gak komunikasi dengan keluarga. Disana pinjem HP teman untuk ngebari Ibu kalau HP hilang”, papar putra pasangan M. Nizar dan Nurhayati ini.

Bersaing dengan kontingen provinsi lain, Govin tetap turun pada tangkai Seni Lukis. Pada tingkat akhir ini diambil tema Spirit Indonesia, dimana dalam waktu delapan jam saja peserta harus dapat melukiskan bagaimana persatuan di Indonesia. “Disana kebanyakan gambar budaya, tapi yang tak gambar perlu penafsiran. Gambarku lebih ke Go Green. Jadi tak perlihatkan juga kerusakan alam, manusia lebih ke teknologi dan pembangunan tapi mereka melupakan lingkungan”, jelasnya.

Saat pengumuman lomba, Govin berhasil menyabet perak, emas diraih mahasiswa kontingen dari DKI Jakarta yang menurutnya sangat kuat konsep budayanya. “Kalah karena yang juara satu ngelukis lomba panjat pinang. Dari bawah sampai atas peserta lomba panjat pinangnyanya dari berbagai budaya di Indonesia. Yang paling atas ada anak Papua bawa bendera, jadi sudah jelas”, pungkas penyuka donat ini.

Lukisan penuh pesan inilah yang membawa Govin berhasil mearih posisi runner up dalam Peksimnas XII, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Septermber lalu.
Lukisan penuh pesan inilah yang membawa Govin berhasil mearih posisi runner up dalam Peksimnas XII, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Septermber lalu.

Pencapaian Govin ini merupakan salah satu pencapaiannya yang tertinggi. Di masa kecilnya Govin yang juga mengajar menggambar di sanggarnya sendiri ini sudah menjuarai Lomba Mewarna Seluruh TK se-Asia Tenggara. Sejak kecil pun, mahasiswa semester akhir Fakultas Sastra ini telah melalang-buana mengikuti perlombaan menggambar. Sementara itu raihan kontingen Jawa Timur tahun ini meningkat, berhasil menjadi juara umum dengan raihan tujuh medali emas, dibuntuti juara bertahan dari Jawa Tengah. Ada beberapa perguruan tinggi yang mewakili kontingen Jawa Timur, salah satunya adalah Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). (Rizqy)

Iklan

2 thoughts on “M. Govinda, Wakili Jawa Timur Lomba Lukis Tingkat Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s